Sabtu, 17 Juli 2010

SABAR TERHADAP PENGANIAYAAN ORANG



Ada setengah manusia yang tabiatnya suka menganiaya orang, memandang rendah terhadapnya, atau suka mencela dan sebagainya. Jika anda tergolong orang-orang yang ditimpa penganiayaan itu, maka hendaklah anda bersabar, jangan sekali-kali anda membalasnya. Disamping itu, hati anda harus bersih dari dengki dan dendam atau mendendam perasaan jahat terhadap orang.

Dan jangan mendo'akan yang tidak baik terhadap yang menganiayamu. Jika orang tersebut ditimpa musibah atau celaka jangan anda menuduhnya bahwa itu balasan Allah karena tingkah lakunya terhadap dirimu.

Jika anda bisa berbuat baik dan bersabar atas penganiayaan orang, dan lebih utama lagi apabila anda memaafkan orang yang menganiayamu, dan anda do'akan supaya Allah memberi petunjuk padanya, dan itulah akhlak dan kelakuan para shiddiqin. Anggaplah penganiyaan itu satu kenikmatan dari Tuhan-mu, sebab jika mereka menyanjungmu mungkin dengan sebab itu, malah yang memberatkan anda dari mengerjakan ketaatan pada Allah Ta'ala.

Begitu juga bila anda sedang diuji dengan sanjungan penghormatan, pujian berulang-ulang dari orang banyak, hendaklah anda mengawasi dirimu supaya tidak terfitnah oleh mereka. Jika anda bimbang, mungkin anda akan terdorong dengan sikap pura-pura atau menunjuk-nunjuk ketika dalam majelis, ataupun pergaulan, akan menghalangi anda untuk ketaatan ketika itu, hendaklah bersegera mengasingkan diri dari mereka. Jika perlu tutup pintu rumah anda supaya mereka tidak datang lagi,   ataupun tinggalkan tempat yang selalu anda berkumpul, pergilah ketempat  yang lain  agar mereka   tidak tahu dan senantiasa anda memilih, lebih suka menjauhkan diri, dari cari nama atau kedudukan karena di dalamnya banyak  terdapat fitnah dan bencana-bala'. 

Berkata setengah para salaf, demi Allah tiada seorang hamba yang berlaku benar kepada Tuhannya, melainkan ia suka cari nama (maksudnya orang yang tidak berlaku benar/shidiq kepada Allah, ia akan suka cari nama). Tak ada seorang pun yang mengetahui tentang kedudukannya (disisi-Nya). Seorang salaf yang lain berkata, sepanjang yang aku tahu tiada seorang yang ingin agar dirinya dikenal orang, melainkan akan binasa agamanya dan akan terbuka belangnya.

[Risalatul Murid, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar